gak ada masa lalu, gak ada masa sekarang, yang otomatis gak akan ada masa depan.
masa sekarang bakal jadi masa lalu juga.
sedetik ini bakal jadi sedetik yang lalu juga.
kamu hebat, hey.
tidak percaya? baca!
baiklah..
mungkin aku buta, tapi aku tidak tuli.
ucapanmu ibarat mantra yang menyihir.
tanpa magic.
kamu tak perlu bersusah payah membayar orang lain untuk menyiksaku.
dengan tanganmu yang kosong itu, aku yakin bisa.
gerak-gerikmu itu ibarat tarian yang menyihir.
tanpa magic.
kamu bahkan tidak perlu menyayat nadiku untuk membuatku menangis.
hanya dengan tingkahmu, aku sangat yakin kau bisa.
langkahmu menyihir.
tanpa magic.
kalau kamu sedang bersombong-ria, lakukan hal dibawah ini.
dangakkan kepalamu dan lihat kelangit sana.
last sunday, i went to my grandma's house. and it was my birthday!
i got a lot of birthday greetings from my family;3
and the greatest "gift" that God gave to me is...
i got some much fun with my sisters!<3
anyway, me and my sisters are in the same age. we are 16, except venna. she's still 15 i think.
we always share our stories. about everything. story 'bout boys, friends, school, and more!
we love to do some crazy poses on photos ha ha ha.
wanna see? here we go!;D
![]() |
| from left : rani, widya, rian, and me. |
![]() |
| cupcakes! |
![]() |
| auto-focus. |
![]() |
| here is my beauty cousin! |
![]() |
| oh my, dont laugh at me!-_- |
![]() |
| from left : tasya, aldi, rani, me, and widya. im sorry wid, your face cropped haha. |
seorang anak manusia berjalan dengan gelora amarahnya menyusuri puncak bukit.
ia menadahkan tangannya tinggi-tinggi dan berteriak diantara pepohonan,
"Tuhan, bangunkan sang Gaia! ia merusak malamku! aku tak bisa melihat apapun dilangit malam ini!"

perlahan aku rasakan sengatan listrik disebagian tubuhku..
"oh, ada apa wahai anak manusia?" kataku masih terselimut kantuk.
"lihat sahabatmu, lihat!" teriak pria itu.
aku yang masih mengantuk hebat, reflek menoleh mencari dewi malam itu.
but, hey where is she? i didnt see her!
aku semakin sibuk memutar kepalaku, i didn't find her anywhere!

aku mengkerutkan dahiku, menyipitkan mataku, seolah menghalangi sinar masuk terlalu banyak.
perlahan aku melihat setitik cahaya kekuningan di sudut alam semesta, ia tampak sangat sedih.
siapa dia? oh, ini dia dewi malam yang menghilang seketika dari pandanganku!
aku bersiul memanggilnya, tapi ia tak menoleh sedikitpun.
aku menjadi sangat penasaran..
siapa yang berani menakut-nakuti sahabat tercantikku ini?
aku akan menghukumnya habis-habisan! lihat saja!
hmm... aku mulai berpikir, siapa yang membuatnya seperti ini?
apakah Venus? tidak ia sudah pergi bersama Jupiter sejak subuh tadi.
apakah Jupiter? ah tidak-tidak.
apakah Uranus? tidak mungkin. Uranus adalah kekasihku yang penuh kasih sayang, ia tidak mungkin menyakiti sahabatku.
tunggu, siapa yang biasanya menemani Selene pada malam-malam sebelumnya?
aku ingat! Saturnus-Mars-Selene selalu muncul dalam rangkaian segitiga dilangit malam.
apakah Saturnus? aku pikir tidak. ia terlalu lugu untuk melakukannya.
apakah Mars? ia terkenal karena hidung belangnya dan dewa yang kejam, tapi ia adalah sahabat Selene dan Saturnus dan sahabatku juga.
apakah Helios? mungkin saja. ia yang memiliki wewenang terbesar untuk menakut-nakuti kami. ukurannya jauh lebih besar daripada kami.
© [RUANG KATA]. Powered by Blogger and Manifest. Converted by LiteThemes.com